Bye April.

tumblr_m3bc6irFtJ1qepq96o1_500

Today is the last day of April on this year. It’s 23:03 and I have 56 minutes more and still count down to make this post published on the same day, before May. I have to write this.

Actually this is my first post in English. Although my English are not really good, but, hey, at least I’m trying. And please correct my grammar if there’s something wrong. Why? Because this day, this month, and this year was special for me.  I am a 20 years old girl who addicted with my self, April, my zodiac, books (novels especially), and my birthday. This month, I have got a lot of happiness, loves, and surprises from my self and from people around me. Alhamdulillah, I’m so grateful for everything Allah have planned for me.

Thanks for giving me this superb family, thanks for Your kindness giving me a very good friends, thanks for all of the strangers who I met (or know I think) indirectly through postcrossing who always there whenever I need them, who always cheer me up and help me pass the hard time.

This April on 2015 was the unforgettable moment in my life.

This month was perfect until the end of the month.

Maybe it’s related with the old word about “give and take”. Maybe it’s because I share my happiness to those who around me sincerely, so I can receive their kindness that make me happy all the time 🙂

But, I don’t know, God only knows that, right?

It’s 23:54 now. So, good night beautiful souls, have a nice dream!

Advertisements

Aries, Sudah Siap Ngaminin?

Aries1

Berhubung ini bulan April, bulan kelahiranku, dan bulannya para manusia berzodiak Aries, aku ingin bahas karakternya para Arian .
Jadi, setelah baca postingannya Koh Alex disini, http://amrazing.com/zodiak-kamu-apa-pt2/ aku, sebagai seorang Arian, ingin menindak lanjuti kebenaran dari penggambaran karakteristik zodiak Aries secara umum, menurut sepengamatan dia dari temen-temennya yang berzodiak ini dan itu.

Tenang aja ini bukan ramalan ala-ala majalah tentang kehidupan pecintaan, keuangan, karir yang di publish tiap minggu kok. Kalo yang begituan mah, alhamdulillah aku nggak pernah percaya, palingan cuma dibuat fun aja kalo lagi baca begituan.

Oke langsung aja deh, jadi menurut Koh Alex yang foto-foto di instagramnya kece badai ini, Aries itu…

Read More…

The Hidden Paradise, Gili Labak Island. (Part 3)

Ehem. Hai! Sowry baru sempet update lagi sekarang, minggu ini bene-bener nggak sempet. Suer deh. 

Oke, semoga kalian ga protes ya, liburan sehari semalem doang postingannya sampe ada 3 part hahahaha ya kan maksudnya biar enak gitu ceritanya 😀 Silakan baca di postingan Gili Labak Part 1 dan Part 2 sebelumnya biar afdol bacanya ya hehe.

Kita sampai! Whoaaa akan melewati Sabtu malam kami di Pulau Gili Labak sangat membuat kami excited. Walaupun kami tiba saat kondisi sudah petang, beningnya air laut di bibir pantai terlihat sangat indah. Hanya ada beberapa cahaya lampu yang menyambut kami turun dari  perahu. Bau amis dari ikan yang dihampar disekitar pantai sangat menusuk. Kami pun berjalan mendekati arah keramaian yang tidak terlalu jauh dari pantai. Warga sekitar yang sedang berkumpul di situ menyambut kami dengan sangat hangat dan ramah, mempersilakan kami duduk dan beristirahat di lencak besar yang ada disitu. Aku dan Lala langsung minta izin untuk ke kamar mandi, soalnya kita udah kebelet dari tadi. Kami agak kaget ternyata untuk menggunakan air disana harus nimba dari sumur dulu, untungnya itu sumur dekat sama kamar mandinya. Menurut penjelasan salah seorang warga yang menunjukkan kami tempat kamar mandinya, pembangunan kamar mandi ini masih sangat baru, bangunannya sudah jadi, tapi belum bisa mengalirkan air dari sumur ke bak mandi jadi ya harus nimba dulu dari sumur.
Read More…

The Hidden Paradise, Gili Labak Island. (Part 2)

Hai haiii daku malam ini mau ngelanjutin cerita liburan singkat ke Gili Labak minggu lalu. Jadi, di postingan aku kemarin yang ini, Gili Labak Island (Part 1) akhirnya kita ke rumah Ibu itu bicara-bicara lagi sambil tetep nawar harga #teteup hahaha ya kan siapa tau beliau mau nurunin lagi harganya. Yeah, akhirnya kita iyain tawaran si Ibu sambil selonjoran disediain bantal pula soalnya haha

Beberapa menit berlalu dan tiba-tiba si Bapak tukang php nelfon kita, ngasih kabar gembira dia akhirnya mau nganter kita berenam dengan harga 600K sore itu juga!!!  langsung deh kita pamit sama si Ibu yang susah ditawar itu . Oiya akhirnya kita sekalian nyewa peralatan snorkeling ke Ibu itu, secara kita cuma dapet perahu doang kan kesananyaaa. Dapet sepasang pelampung plus google mask seharga 35K, kita cuma sewa tiga pasang tapi. One step closer to Gili Labak Island, guyssss!!!
Read More…

The Hidden Paradise, Gili Labak Island. (Part 1)

Udah ngiler belum? :D -pict by: google

Udah ngiler belum? 😀 -pict by: google

Wew gimana, gimana? Judulnya udah keren kan? hahahaha tapi emang beneran keren kok! Jadi ceritanya, minggu lalu kami, aku, Lala, Odi, Bagus, Dika dan Ivan melakukan sebuah liburan singkat sehari semalam ke Gili Labak. Pulau yang masih berada di kawasan pulau Madura ini dapat ditempuh dengan menyebrangi Selat Madura dari pelabuhan Kalianget, Sumenep, kabupaten paling pucuk di Madura.

Kami berangkat pukul 10.00 WIB dari Bangkalan menggunakan bus mini menuju terminal Pamekasan dengan harga 12K. Kami sampai di terminal kabupaten Pamekasan sekitar pukul 01.00 siang dan memutuskan untuk ishoma dulu karena kondisi kami memang belum ada yang sarapan hehe. Kami menikmati makan siang yang ternyata sangat enak di sebuah warung di sekitar terminal, meskipun menurutku dan Lala porsi sepiringnya terlalu banyak tapi kami puas dengan masakannya

Foto pertama yang diambil pas kita lagi ishoma di terminal Pamekasan, dengan aku dan Lala sebagai objek tercantinya ahahaha

Foto pertama yang diambil pas kita lagi ishoma di terminal Pamekasan, dengan aku dan Lala sebagai objek tercantiknya ahahaha

Perjalanan kami dilanjutkan menuju kabupaten Sumenep dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari terminal Pamekasan menggunakan bus mini dengan kesepakatan harga 10K. Jujur ya budget yang kita bawa hari itu emang pas-pas-an banget! Jadi tiap mau naik angkutan itu harus di tawar habis-habisan dulu baru naik kalo udah sreg sama harganya 😀 Apalagi aku sama Lala ikutnya pas detik-detik mau berangkat haha!
Read More…